Selasa, 09 Februari 2016
Dia mocca ? (the reveal)
"Kenapa semua harus berakhir seperti ini, tak pernah terbayangkan bahwa kehidupanmu sekarang menjadi lebih menyedihkan karena keputusanmu di masa lalu. Kenapa kau harus menjadi seorang pengecut seperti ini, kenapa kau menjadi seseorang yang berbeda pada masalahmu yang satu ini, kau menjadi sangat tidak keren. Kenapa? Kenapa ? Kenapa ? Kenapa kau memilihnya saat itu, kenapa kau memilih gadis itu. Kau tau bahwa kau menyukainya saat pertama kau melihatnya berlari menghampiri keluargamu dengan senyumnya yang indah, kau bahkan tidak pernah berhenti memandanginya dan kau bahkan selalu memotretnya dengan kamera yang baru saja dibelikan oleh ayah dan ibu hingga memenghabiskan separuh film dari kamera tersebut.
Seorang adik, kau bilang pada ayah dan ibu kalau kau ingin dia menjadi adikmu karna dia terlihat rajin walau alasan sebenarnya adalah supaya kau bisa melihatnya setiap hari. Tapi kenapa kau tidak bisa melihat konsekuensi dari keputusan bodohmu saat itu, mungkin kau akan melihatnya setiap hari dan kau bisa dengan puas memandanginya kapanpun, namun hanya sebatas itu yang bisa kau dapatkan. 'Memilikinya' kata kata itu bahkan akan enggan untuk menghampirimu, jangankan menghampirimu kata kata itu hanya untuk sekedar melirik saja tidak akan pernah mau.
Dan kau sepertinya sudah gila, kau gila karenanya, karna tawanya, suaranya, matanya yang menyipit saat tersenyum, caranya meminum cappuccino buatanmu yang sangat dia sukai, caranya berbicara dan bahkan hanya karna kehadirannya saja dapat membuatmu gila. Tetapi apa dayamu, yang bisa kau lakukan hanya menjadi penggemar rahasianya, kau bahkan tidak pernah berani untuk menunjukkan perhatianmu padanya secara langsung.
Kau bilang kau akan menunggu, dia pasti akan tetap disisimu. Kau bilang pada dirimu sendiri untuk jangan mengkhawatirkan hal hal seperti itu. Lihatlah apa yang terjadi sekarang, kau sudah kehilangannya dan ini semua karna kecerobohanmu. Jika kau bisa menjauhkannya dari lelaki itu, jika kau memutuskan untuk melakukan perpindahan rumah tepat setelah kau tau bahwa dia adalah anak laki laki yang dulu kau lihat di panti asuhan, kau tidak akan kehilangannya. Dia sudah bersamanya sekarang, gadis itu sudah bersama dengan seseorang yang lebih dulu menyukainya dibandingkan kau. Sudah jelas tertulis di dahi lelaki itu bahwa dia adalah seorang pemeran utama dalam drama ini dan kau hanyalah seorang pemeran pembantu, sesulit apapun jalan yang dilalui sang pemeran utama sudah menjadi ketetapan umum kalau sang pemeran utama akan selalu menjadi pemenang.
Dan apa yang kau harapkan dari gadis itu, bertahun tahun kau tinggal bersamanya dan bertahun tahun pula kau lewatkan hari harimu dengan bertengkar dengannya. Sungguh kau sangat bodoh, kau selalu menunggunya bahkan disaat kau tau jawaban dari penantianmu hanya akan menyakiti dirimu sendiri. Kau mengharapkan dia juga menyukaimu, dengan alasan apa dia bisa menyukaimu kalau kau bahkan tak pernah menunjukkan perhatianmu padanya dan yang kau lakukan malah berkata ketus padanya. Mungkin di matanya kau hanyalah seorang laki laki yang jahat dan juga aneh. Seharusnya kau biarkan saja saat dulu di panti asuhan anak laki laki itu berusaha lebih keras supaya gadis itu tidak pergi, mungkin sekarang kau akan sangat amat beterima kasih pada anak laki laki itu
karena kau tidak harus membiarkan dirimu menjadi orang bodoh seperti ini.
Saat ini kau pasti terlihat sangat menyedihkan, menyaksikan dua orang yang dulu kau pisahkan bersatu kembali. Mungkin jika dulu mereka berdua tau alasan sebenarnya kau memisahkan mereka, pasti mereka akan menganggapmu seorang penjahat dan lebih buruk lagi mereka akan menganggapmu seorang monster. Namun sepertinya sekarang kau hanyalah sebuah lelucon yang sangat menggelikan bagi mereka, usaha kerasmu bertahun tahun berakhir sia sia. Keadaan kini sama persis dengan saat itu di panti asuhan, kau yang hanyalah orang asing di kehidupan mereka berdua, orang asing yang hanya bisa melihat dari kejauhan. Sekuat apapun kau mencoba masuk diantara mereka, pada akhirnya kau akan terhempas jauh. Dan usaha kerasmu selama bertahun tahun kini kau merelakannya, kau merelakan gadis itu bersama dengan laki laki itu hanya karna kau melihat gadis itu terlihat sangat bahagia saat berada di pelukan laki laki itu. Kau membiarkanarkan dirimu mendapatkan luka yang ntah bisa kau hadapi atau tidak, kau bahkan tidak akan pernah tau apakah kau bisa melewati hari harimu setelah ini tanpa kehadirannya."
Namaku rio, aku memiliki seorang adik angkat dan aku menyukainya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar