Sabtu, 06 Februari 2016

Dia mocca ? (Chapter 3)


Semalaman suntuk dia terjaga memikirkan apa yang harus dia lakukan apabila rio bersungguh-sungguh dengan perkataannya tadi, dan tak jarang juga pikirannya teralihkan oleh tetangga barunya yang tadi sore melakukan kejahatan tingkat tinggi padanya, sesimpul senyuman itu merupakan kejahatan besar yang telah kai lakukan pada rasa. "Hei gadis bodoh kenapa kau bisa luluh hanya karna senyuman kecil darinya. Dan kenapa dia bisa menjadi penjahat super keji seperti ini dan kau hanya diam saja diperlakukan seperti itu. Dasar tetangga tidak tahu diri huhh" gumamnya kesal sembari mencoba untuk memejamkan matanya. Sudah pukul 2 pagi dan dia masih tetap saja tidak bisa memejamkan matanya, rasa pun akhirnya menggambil buku yang sudah dia siapkan disebelah kasurnya. Buku merupakan senjata ampuh yang selalu dia gunakan untuk membantunya tidur, dengan membaca 5 halaman saja dia bisa langsung tertidur pulas.

Pagi harinya saat rasa membuka pintu kamarnya sudah tercium aroma cappucino dan roti panggang yang sangat lezat, makanan terlezat  menurut rasa adalah makanan yang dibuatkan oleh rio. Walaupun rasa selalu bertengkar dengan rio namun rasa juga memiliki kekaguman yang sangat tinggi padanya, menurutnya rio sangat cocok dengan kata perfect. Rio bertubuh kurus dan tinggi, rambutnya sama dengan laki laki kebanyakan namun rambut rio jauh lebih indah dan rio memiliki warna kulit yang senada dengan susu putih yang selalu rasa minum sebelum tidur. Rio sangatlah berbeda dengan rasa, mulai dari bentuk tubuh mereka, warna kulit mereka, kepandaian mereka, bahkan selera kopi mereka juga berbeda. Kedua orang tua mereka sudah sangat terbiasa dengan kebiasan mereka yang tidak pernah akur satu sama lain, namun orang tua mereka tau bahwa mereka sering memberikan perhatian lebih antara satu sama lain walaupun mereka melakukannya secara diam diam. Setelah kedua orang tua mereka meninggal rasa menjadi tanggung jawab rio sepenuhnya sehingga wajar saja jika dia terkadang sangat over protective pada rasa, hal ini yang membuat rasa sangat tidak nyaman atau bisa dibilang rasa sangat amat tidak nyaman dengan semua hal yang dilakukan rio setelah kedua orang tua mereka meninggal. Rasa bukan tidak nyaman dengan hal yang dilakukan rio tetapi dia lebih tidak nyaman dengan dirinya sendiri dalam menanggapi hal-hal tersebut, bahkan dia harus berjuang melawan dirinya sendiri dengan sekuat tenaga. Tak jarang rasa selalu gagal melakukannya, namun dia menganggap kalau hal ini sama seperti ujian matematika, sesulit apapun soal matematika pasti memiliki sebuah jawaban, apabila kita gagal menggunakan cara yang pertama masih terdapat banyak cara yang bisa kita aplikasikan untuk menyelesaikan soal tersebut.

Kehadiran kai bisa jadi merupakan hasil dari soal matematika rasa, saat pertama melihat kai dia dengan cepat memutuskan bahwa kai adalah jawabannya, jawaban yang sangat amat tepat dan dia harus mendapatkan jawaban itu. Untuk itu rasa mulai mengawasi kai dari jauh dan membeli teleskop untuk mengetahui kepribadiannya dan apa saja yang kai sukai dan kai benci. Namun dia tidak menyangka kalau dia akan terperangkap oleh rencana yang dia buat sendiri dan sepertinya tidak akan ada jalan keluar untuknya. Sekarang dia bagaikan tom dan kai bagaikan jerry tentu sudah jelas sekali siapa yang akan memenangkan permainan ini. Tak henti hentinya kai melakukan sesuatu yang membuat rasa semakin meluncur jauh dari kata kemenangan, dan puncaknya merupakan kejadian yang dia alami tadi malam. Tidak, sepertinya benar benar tidak ada jalan keluar bagi rasa karna sekarang dia mendapatkan hukuman dari permainan yang dia buat sendiri.


Setelah rasa memutuskan untuk datang kerumah tetangga barunya itu sepertinya merupakan awal pertama kekalahan rasa. Kai tidak seperti yang dia bayangakan, menurutnya terlalu banyak misteri yang tersembunyi pada diri kai dan entah mengapa hal itu membuat rasa memiliki obsesi lebih pada kai. Ditambah lagi aroma yang berasal dari rumah kai aroma yang menurutnya sangat ia ketahui, namun hingga saat ini tetap saja dia tidak bisa mengingat aroma itu. Dan juga saat kai memperlihatkan ke khawatirannya pada rasa, mimik wajahnya menunjukkan rasa cemas yang amat terlihat dan perlakuannya pada rasa seolah olah rasa adalah orang yang sudah dia kenal sejak lama dan orang yang sangat dia sayangi. Bahkan rasa berharap jika memang sebelumnya mereka pernah mengenal satu sama lain tak bisakah mereka bersama, pertemuan mereka sekarang saja sudah dianggap sebuah takdir olehnya.

Bersama dengan kai merupakan takdir yang sangat rasa inginkan, tetapi kata wujudkan sepertinya lebih tepat dibanding inginkan. Rasa tidak bisa lagi berdiam diri, rasa harus cepat mewujudkan takdir bersama dengan kai untuk menggantikan takdir yang dia hadapi saat ini, sebuah takdir yang sudah terjadi dan tidak bisa dia ubah. Takdir yang memutuskan bahwa rio dan rasa harus menjadi adik kakak dan perasaan rasa yang mulai tumbuh kepada rio disaat kedua orang tua mereka meninggal, perasaan yang melebihi tingkat dari seorang adik pada kakaknya. Sudah dua tahun dia memiliki perasaan aneh tersebut, dia hanya bisa menahannya karena hal yang dia inginkan dari perasaan ini tidak mungkin bisa terjadi. Dan dia terus mencoba menghilangkan perasaan itu tetapi selalu gagal, hingga dia mulai membuat peraturan peraturan untuk dirinya.

Dia membuat beberapa peraturan, pertama dia hanya akan keluar kamar untuk makan dan kesekolah, kedua dia akan berusaha untuk bersikap lebih menjengkelkan saat berhadapan dengan rio agar mereka akan selalu bertengkar, dan terakhir hanya rasa yang boleh memasuki kamarnya. Peraturan terakhir dia buat bukan karena dia takut rio akan melakukan sesuatu padanya namun dia takut kalau rio sampai melihat sketsa sketsa dan lukisan rasa yang hampir semua sketsa dan lukisan tersebut adalah wajah rio, rasa sangat takut kalau rio sampai mengetahui rahasia terbesar yang rasa sembunyikan didalam kamarnya dan juga hatinya. Namun dengan kehadiran kai dia benar benar berharap bahwa masalah yang dia hadapi saat ini akan selasai, walaupun dia menemui masalah masalah baru yang juga harus dia hadapi dari tetangganya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar