Rasa akhirnya menemui kai saat rio sedang pergi memotret keesokan lusanya, disaat keadaan lukanya sudah lebih baik. Hari ini dia tidak membutuhkan waktu berjam jam untuk memilih baju apa yang akan dia kenakan, karena dia berpikir kalau dimata kai dia hanyalah seorang gadis yang aneh. Dengan mantap rasa melangkahkan kakiknya ke rumah tetangga barunya itu, walaupun yang sebenarnya terjadi adalah dia berjalan dengan amat sangat lambat karena takut jika luka luka dikakinya akan terasa sakit lagi. Setelah beberapa menit rasa belajar menirukan seekor siput yang biasa dia lihat setelah terjadinya hujan akhirnya rasa sampai didepan pintu rumah tetangganya, dia menekan dua kali bel rumah yang terletak di sebelah kiri pintu. Tak lama setelah bel kedua berbunyi, pintu rumah kai terbuka dan kai menyambut rasa dengan senyuman yang sangat hangat. Hanya sesimpul senyuman dari kai saja sudah membuat rasa luluh, entah apa yang sedang terjadi pada pikiran dan hatinya saat ini mendapatkan senyuman yang sama hangatnya dengan cappucinonya dipagi hari. Hampir beberapa menit rasa menjadikan dirinya seolah seolah sebuah manekin toko, hingga akhirnya dia kembali normal setelah kai memanggil namanya untuk yang ke 5 kali.
Hampir saja dia lupa untuk melakukan tujuannya datang kerumah tetangganya ini, rasa tidak pernah menyangka bahwa senyuman dari kai dapat membuyarkan konsentrasinya, senyuman itu sama halnya dengan sebuah kerikil dan pikirannya bagaikan air di sebuah danau besar yang dapat dengan mudah beriak saat sebuah kerikil kecil mengenai permukaan airnya. Setelah dia tersadar langsung saja dia berkata pada kai apa tujuannya "kai sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu, aku hmm aku menyukaimu" tanpa ada jangka waktu beberapa menit rasa langsung kembali berbicara namun dengan intonasi yang lebih cepat, bahkan sangat cepat bagaikan seorang rapper ternama "apa yang aku lakukan, maksudku bukan seperti ini, aku ehh maafkan aku, ah dasar gadis bodoh. Sebaiknya aku pulang saja, kai maaf anggap saja bahwa yang barusan itu tidak pernah terjadi, ok, bye". Saat ini rasa benar benar sangat malu dengan dirinya sendiri, dia bahkan memikirkan untuk tidak akan pernah keluar rumah dan jika bisa pindah dia ingin jika perpindahan itu dilakukan secepat mungkin.
Rasa langsung saja melangkah pergi menjauhi pintu rumah kai, namun tidak disangka tiba tiba kai sudah ada di depannya saat dia membalikkan badannya. "Jangan pergi, aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi kali ini. Aku juga menyukaimu rasa, kau mungkin tidak akan tau seberapa besar perasaanku padamu. Tapi aku sungguh sungguh menyukaimu, kau mungkin akan berfikir aku gila karena aku mengatakan bahwa aku sangat menyukaimu sedangkan kita baru beberapa kali bertemu. Percayalah padaku, aku bukanlah laki laki brengsek yang suka mempermainkan perempuan. Dan kau mungkin tidak akan menyangka kalau bisa jadi aku lebih dulu menyukaimu dibandingkan waktu yang kau butuhkan untuk menyukaiku. Aku ingin menjagamu dan selalu ada untukmu, kumohon percaya padaku dan jangan pernah pergi lagi dariku, karena itu akan sangat menyakitkan". Saat ini rasa benar benar kaget dan bingung dengan apa yang baru saja kai katakan padanya, dia bahkan mengira kalau dia sedang bermimpi saat ini tetapi ini semua terasa sangat nyata bahkan dia bisa merasakan hembusan nafas kai saat kai berbicara. "Aku tidak sedang bermimpi kan ? Apa ini benar benar terjadi ? Apa kai yang sedang berdiri didepanku ini nyata atau hanya imajinasiku saja ?" niat rasa hanya berbicara dalam hati tetapi yang dia lakukan sebenarnya adalah berbicara dengan suara yang cukup besar hingga kai dapat dengan jelas mendengarnya.
Tiba tiba rasa merasakan tubuhnya menjadi lebih hangat, padahal pagi ini udara cukup dingin karena awan sudah mulai menunjukan sisi gelapnya. Rasa merasakan pelukan yang sangat nyaman untuknya seakan akan ini adalah pelukan dari orang yang sudah dia sayangi sejak lama. "Maaf jika aku memelukmu seperti ini rasa, aku benar benar tidak ingin kehilangan dirimu lagi aku tidak ingin kau pergi meninggalkanku. Saat ini ayo kita jalani kenyataan dan jangan hanya berimajinasi, aku bukanlah imajinasimu lagi, aku sudah menjadi kenyataan untukmu dan hanya untukmu. Sama seperti kau yang saat ini menjadi kenyataan untukku setelah aku menunggu untuk sekian lamanya".
Kai memang sudah lebih dulu menyukai rasa jauh sebelum mereka berdua tau apa yang dimaksud dengan kata 'suka' itu sendiri, bisa dikatan bukan kai lah yang mencuri perhatian rasa namun rasa yang selama ini mejadi pencuri perhatian kai sekaligus menjadi penjahat paling keji baginya. Kira kira saat itu umur mereka berdua masih 4 tahun, mereka besar besama di panti asuhan Ananda. Kai dan rasa merupakan teman baik, hal ini dikarenakan juga karna hanya mereka berdua yang sebaya, teman teman mereka yang lain memiliki umur lebih tua atau lebih muda. Mereka melakukan hampir semua hal bersama sama, mereka menyukai hal yang sama, bahkan memiliki selera makan yang sama, hanya saja rasa sangat benci menjadi anak yatim piatu dan dia sangat ingin memiliki keluarga, berbeda dengan kai yang tidak memperdulikan akan hadirnya sosok ayah atau ibu di kehidupannya asalkan dia bisa terus bersama sama dengan rasa.
Hari itu ketika ada mobil asing yang datang ke panti asuhan mereka, sudah menjadi hal yang wajar dan mereka tau jika mereka akan kehilangan salah satu dari teman mereka. Namun hari itu adalah hari terberat bagi kai, karna dia tidak pernah menyangka akan kehilangan rasa dan hari ini juga merupakan hari terakhirnya bermain bersama dengan rasa ditambah lagi kai mendengar bahwa akan sulit untuk menemui rasa karena dia akan tinggal bersama keluarganya di luar negeri. Kai sudah membujuk rasa berulang kali untuk jangan ikut dengan keluarga barunya, namun usahanya sia sia saja karena keinginan rasa memiliki keluarga sangatlah kuat. Sudah hampir sebulan kai menjadi pemurung setelah kepergian rasa dari panti asuhan, bahkan dia hanya makan sehari sekali dan itupun harus dipaksa oleh ibu panti.
Tiba tiba ada sebuah mobil asing yang datang ke panti asuhan mereka, kali ini bukanlah orang pribumi yang mengunjungi panti mereka melainkan orang asing. Kai tidak pernah melihat seseorang dengan rambut berwarna coklat dan memiliki pupil mata yang berwarna biru sebelumnya, dan hal ini cukup menarik perhatiannya. Dia pun langsung bersemangat saat ibu panti bilang kalau mereka adalah orang orang yang berasal dari luar negeri, sontak kai pun langsung meminta pada ibu panti untuk menyuruh orang asing itu membawanya bersama mereka. Memang kai tidak pernah menginginkan mempunyai orang tua dan hal itu masih belum berubah, namun saat dia tau kalau mereka berasal dari luar negeri kai sangat berharap bisa menemui rasa saat nanti kai tinggal bersama mereka.
Setelah kai mulai tumbuh dewasa bersama keluarga barunya di selandia baru, dia akhirnya menyadari bahwa luar negeri itu sangatlah luas dan luar negeri bukanlah suatu daerah kecil yang biasa dia bayangkan selama ini saat masih di panti. Namun kai tidak pernah berhenti mencarinya dengan cara apapun, hingga akhirnya dia mendapatkan akun media sosial milik rasa dan dia melihat bahwa saat ini rasa tinggal di Indonesia. Tanpa pikir panjang kai langsung pergi ke Indonesia bersama dengan sepupunya dan memutuskan untuk menetap disana sembari mencari alamat rumah rasa. Dan kai tidak menyangka kalau dewi fortuna sepertinya sedang berbaik hati pada kai, karena tanpa disangka orang yang dia cari cari selama ini tinggal disebelah rumah yang akan dia tempati sekarang.
Wajah gadis yang dia lihat saat pertama kali bertemu dengannya, wajah gadis itu sangat dia kenal karena dia takkan mungkin bisa melupakan wajah rasa. Saat itu juga dia langsung membuat lilin aroma terapi khas untuk ruangan berbau mocca yang dulu selalu dia nyalakan di panti agar rasa lebih mudah tertidur, hal itu dia lakukan karena saat itu rasa bilang kalau rasa sangat menyukai aroma lilin yang kai buat. Kai berharap rasa bisa mengenalinya jika mengingat aroma tersebut apabila suatu saat rasa bertamu kerumahnya. Namun saat rasa datang kerumah kai ternyata rasa tidak mengenalinya sama sekali, karena hal itu akhirnya kai memutuskan untuk tidak bertindak terlalu cepat dengan langsung mengatakan pada rasa kalau dia adalah kai, teman masa kecilnya. Hal ini juga karena dia teringat bahwa rasa sangat membenci menjadi yatim piatu dan rasa tidak pernah ingin berada di panti asuhan. Kai pun akhirnya memutuskan untuk membiarkannya berjalan perlahan lahan saja dan dia berniat tidak akan menceritakan masalah panti asuhan kepada rasa karena dia takut rasa akan membencinya nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar